Senin, 06 Januari 2014

Illegal Fishing

By : Siti Amanah

Media akhir-akhir ini banyak membicarakan mengenai masalah sosial yang menyangkut illegal fishing yang terjadi di nelayan kita. krisis sosial yang sekarang ini kita hadapi menjadi sebuah permasalahan yang sedang dihadapi oleh pemerintah, ilmuan dan juga pihak-pihak yang memiliki hubungan atas realitas ini.
   Krisis sosial yang sedang melanda masyarakat kita terutama para nelayan yang sedang dihadapkan dengan permasalahan sumberdaya laut yang mengalami degradasi. Terjadinya degradasi terhadap sumberdaya laut yang menjadi aset kekayaan negara kita dan sekaligus sebagai tambang kehidupan nelayan sangatlah memprihatinkan.





Degradasi sumberdaya laut yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh banyak hal.  Beberapa permsalahan yang dihadapi oleh para nelayan kita yakni:
1.      Kerusakan habitat laut
Permasalahan laut kita yakni mengenai terumbu karang sebagai tempat tinggal dan berkembangbiaknya seluruh mahluk hidup yang ada dilaut terutama ikan. Kerusakan ini menyebabkan ikan tidak mampu melakukan regenerasi secara terus menerus sehingga kuantitas ikan menurun. Akibatnya hal ini akan berdampak pada penurunan kuantitas tangkapan nelayan. Sedangkan kita tahu bahwasnya penyebab dari kerusakan habitat laut seperti melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan Trawl yang menyebabkan kerusakan terumbu karang. Selain itu pembuangan sampah dilaut juga menyebabkan terjadi pencemaan laut yang juga menyumbang terhadap degradasi habitat laut.
2.      Perubahan iklim
Peningkatan gas emisi dan polusi yang terjadi di dibumi tepat tinggal kita ini sangatlah memprihatinkan. Gas emisi dan polusi yang semakin meningkat menyebabkan lapisan atmosfer bumi semakin menipis. Pemanasan global pun menjadi tak terhindari. Bagi nelayan tentu ini sangat berpengaruh karena pemasasan gobal menyebabkan pergantian musim yang tidak normal dan tidak bisa diprediksikan sekaligus atas sirkulasi arus angin. Disatu sisi nelayan sangat menggantungkan musim untuk melaut. Karena musim yang tidak dapat diprediksikan sehingga nelayan tidak bisa menentukan kondisi angin yang dijadikan acuan dalam melaut.
Dari dua kondisi saja yang mencoba untuk penulis munculkan kemudian ini akan banyak berimbas terhadap sikap-sikap nelayan yang kurang bersahabat dengan habitat laut. Salah satu contoh yang kemudian menjadi isu yang lagi-lagi diperbincangkan dimedia yakni mengenai perburuan lumba-lumba. Sedangkan kita tau bahwasanya lumba-lumba merupakan hewan yang tergolong dalam hewan yang dilindungi dinegara kita. Tidak diperbolehkan bagi nelayan melakukan perburuan lumba-lumba.
Banyaknya krisis dan ketimpangan yang terjadi dalam wajah masyarakat kemaritiman ini kemudian mengarahkan penulis untuk sedikit menggambarkan mengenai gagasan upaya pemberdayaan masyarakat maritim dengan wacana minapolitan. Mengenai wacana minapolitan yang mengarah pada upaya perencanaan pembangunan perikanan dengan cara  budidaya perikanan dari pemeliharaan, pengolahan dan juga pemasaran. Dengan adanya pembangunan perikanan di dalam masyarakat maritim diharapkan hal ini akan banyak memberikan perbaikan bagi kehidupan nelayan, memperbaiki habitat laut sekaligus perburuan lumba-lumba tidak terjadi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar